Sabtu, 28 April 2012

Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan


PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN

Oleh:
Muhamad Safi’i          10.0401.0019
Susilo Dita N.                         10.0401.0038

I.       Pendahuluan
Dalam era globalisasi saat ini perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi semakin berkembang pesat. Perkembangannya secara fundamental telah membawa perubahan yang signifikan dalam percepatan dan inovasi penyelenggaraan pendidikan di berbagai negara. Dalam dunia pendidikan, perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif, karena dengan berkembangnya Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan.
Berbagai upaya telah dilakukan dan diupayakan untuk memajukan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam berbagai bidang khususnya dalam hal pendidikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Penemuan berbagai macam teknologi dalam pendidikan mampu membawa pendidikan menuju kearah yang lebih baik. Saat ini, jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu. Berbagai aplikasi tercipta untuk memudahkan mencari suatu sumber yang dibutuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja.
Dengan adanya berbagai kemajuan yang ada pada saat ini diharapkan dapat dan mampu memanfaatkan teknologi yang ada tersebut dengan sebaik mungkin, agar memiliki wawasan yang lebih luas serta tidak ketinggalan jaman. Untuk itu dalam makalah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan ini akan mengulas berbagai macam tentang hal yang berkaitan dengan perkembangan tersebut.
II.    Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
A.    Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berasal dari bahasa Inggris yaitu Information and Communication Technologies (ICT), yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu:
1.      Teknologi informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
2.      Teknologi komunikasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Menurut Munir (2008: 8), teknologi informasi adalah suatu  teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses,  mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang  relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan aspek strategis untuk pengambilan keputusan. Sedangkan teknologi komunikasi yang menurut Munir (2008: 12) adalah perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari hardware, software, proses dan sistem yang digunakan untuk membantu proses komunikasi, yang bertujuan agar komunikasi berhasil (komunikatif). Teknologi komunikasi lebih menekankan pada perangkat elektronik. Dari kedua pengertian tersebut, teknologi informasi dan teknologi komunikasi merupakan dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemprosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antarmedia.
B.     Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan sangat dipengaruhi oleh perkembangan perangkat keras, khususnya komputer. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan, dan teknologi telekomunikasi yang digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Menurut Teemu Leinonen (2005) dalam Nurdin Noni, perkembangan tersebut dibagi dalam 5 fase yaitu sebagai berikut:
1.      Fase Programming, Drill and Practice (1970-1980)
Fase ini ditandai dengan penggunaan perangkat lunak komputer yang menyajikan latihan-latihan praktis dan singkat, khususnya untuk mata pelajaran matematika dan bahasa. Latihan-latihan ini dapat menstimulasi memori jangka pendek.
2.      Fase Computer Based Training (CBT) with Multimedia (1980-1990)
Fase ini merupakan masa keemasan CD-ROM dan komputer multimedia. Penggunaanya diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap proses pembelajaran, karena kemampuannya dalam menyajikan kombinasi teks, gambar, animasi, dan video. Kombinasi kemampuan tersebut didasari oleh konsep pedagosis bahwa manusia memiliki perbedaan, sebagian bisa belajar dengan baik mempergunakan indra penglihatan dan lainnya dengan mendengarkan atau membaca.
3.      Fase Internet Based Training (IBT) (awal 1990an)  
Pada fase ini internet digunakan sebagai media pembelajaran. Penggunaanya masih terbatas pada penyajian teks dan gambar. Penggunaan animasi, video dan audio masih sebatas ujicoba, sehingga dirasakan pemanfaatannya belum maksimal untuk dapat menfasilitasi pembelajaran.
4.      Fase E-Learning (akhir 1990an-awal 2000an)
Fase ini merupakan fase kematangan pembelajaran berbasis internet. Sejak itu situs web yang menawarkan e-learning semakin bertambah, baik berupa tawaran kursus dalam bentuk e-learning maupun paket LMS (Learning Management System). Bahkan saat ini sudah cukup banyak paket seperti itu ditawarkan secara gratis dalam bentuk open source. Konsep pedagogik yang mendasari adalah bahwa pembelajaran membutuhkan interaksi sosial antara siswa dan siswa dan antara siswa dan guru. Dengan perangkat lunak LMS, siswa dapat bertanya kepada temannya atau kepada guru apabila dia tidak memahami materi yang telah dibacanya.
5.      Fase Social Software + Free and Open Content (akhir 2000)
Fase ini ditandai dengan banyaknya bermunculan perangkat lunak pembelajaran dan konten pembelajaran gratis yang mudah diakses baik oleh guru maupun siswa, yang selanjutnya dapat diedit dan dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan.
C.     Tahap-Tahap Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Peranan TIK dalam pendidikan mengisyaratkan bahwa pengembangan TIK untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah sesuatu yang mutlak. Dalam Renstra Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005-2009, program pengembangan TIK bidang pendidikan akan dilaksanakan melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1.      Tahap pertama meliputi:
a)      Merancang sistem jaringan yang mencakup jaringan internet, yang menghubungkan sekolah-sekolah dengan pusat data dan aplikasi, serta jaringan internet sebagai sarana dan media komunikasi dan informasi di sekolah.
b)      Merancang dan membuat aplikasi database.
c)      Merancang dan membuat aplikasi manajemen untuk pengelolaan pendidikan di pusat, daerah, dan sekolah.
d)     Merancang dan membuat aplikasi pembelajaran berbasis web, multimedia, dan interaktif.
2.      Tahap kedua meliputi:
a)      Melakukan implementasi sistem pada sekolah-sekolah di Indonesia yang meliputi pengadaan sarana/prasarana TIK dan pelatihan tenaga pelaksana dan guru.
b)      Merancang dan membuat aplikasi pembelajaran.
3.      Tahap ketiga dan keempat
Tahap ini adalah tahap untuk memperluas implementasi sistem di sekolah-sekolah.
D.    Tujuan Mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diharapkan dapat membuat perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk TIK. Perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi memudahkan dalam mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. TIK juga akan memudahkan mendapatkan ide dengan cepat dan bertukar pengalaman dari berbagai kalangan. Dengan demikian, diharapkan dapat mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga dapat memutuskan dan mempertimbangkan kapan dan dimana penggunaan TIK secara tepat dan optimal, termasuk implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang.
Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi menurut Umi Lestari (2011) adalah:
1.      Menyadarkan kita akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
2.      Memotivasi kemampuan  kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan TIK, sehingga bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya diri.
3.      Mengembangkan kompetensi kita dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari.
4.      Mengembangkan kemampuan belajar berbasis TIK, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.
5.      Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari.
E.     Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran
Menurut Anwar Rosyid (2011), integrasi TIK dalam pembelajaran yang seharusnya memungkinkan terjadinya proses belajar yang bersifat:
1.      Aktif, memungkinkan siswa dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar yang menarik dan bermakna.
2.      Konstruktif, memungkinkan siswa dapat menggabungkan ide-ide baru kedalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau keingintahuan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya.
3.      Kolaboratif, memungkinkan siswa dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya.
4.      Antusiastik, memungkinkan siswa dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
5.      Dialogis, memungkinkan proses belajar secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana siswa memperoleh keuntungan dari proses komunikasi tersebut baik di dalam maupun luar sekolah.
6.      Kontekstual, memungkinkan situasi belajar diarahkan pada proses belajar yang bermakna (real-world) melalui pendekatan “problem-based atau case-based learning”.
7.      Reflektif, memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri. (Jonassen (1995), dikutip oleh Norton et al (2001).
8.      Multisensory, memungkinkan pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar (multisensory), baik audio, visual, maupun kinestetik (dePorter et al, 2000).
9.      High order thinking skills training, memungkinkan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving, pengambilan keputusan, dll.) serta secara tidak langsung juga meningkatkan “ICT & media literacy” (Fryer, 2001).
F.      Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Pemanfaatan TIK dibidang pendidikan ditinjau dari pelaksanaan pembelajaran antara lain:
1.      TIK dapat digunakan untuk membantu pengajar dalam melakukan absensi peserta didik tanpa mengurangi keefektifan waktu, yaitu absensi dilakukan dengan menempelkan jari mereka pada suatu instrumen TIK dan data absensi langsung masuk ke database. Data absensi juga dapat diakses oleh orang tua murid yang ingin mengetahui perkembangan anaknya di sekolah secara online melalui situs sekolah ataupun melalui SMS gateway.
2.      TIK dapat diterapkan untuk mempermudah dalam mencatat, menghitung, dan mengolah nilai siswa serta mengumumkannya. Guru hanya perlu memasukkan nilai tersebut ke suatu instrumen TIK dan instrumen tersebut yang akan mengolah nilai akhir. Dengan cara tersebut diharapkan kesalahan akibat perhitungan manusia akan berkurang dan guru akan lebih nyaman dalam bekerja, sehingga siswa juga dapat melihat nilainya kapan dan dimana saja.
3.      TIK dapat diterapkan dalam meletakkan modul pembelajaran. Hal ini dapat menjadi salah satu solusi mahalnya buku-buku cetak, solusinya yaitu institusi belajar menyediakan fasilitas internet yang memungkinkan siswa dapat mengakses modul tersebut secara gratis.
4.      TIK dapat memberikan wadah bagi suatu institusi untuk bekerja sama dengan institusi lain untuk sharing resource (berbagi sumber daya). Hal ini akan meningkatkan kualitas peserta didik serta menambah wawasannya.
Peranan TIK dalam bidang pendidikan antara lain:
1.      Berbagai hasil penelitian menunjukkan dengan adanya TIK penelitian yang dilakukan seseorang dapat dimanfaatkan dan diketahui orang lain, ini juga akan mencegah terjadinya penelitian yang serupa.
2.      Internet bagaikan sebuah kota elektronik yang sangat besar dimana setiap penduduk memiliki alamat yang dapat digunakan untuk berkirim surat atau informasi. Dalam bidang pendidikan, internet sangat berguna dan berperan penting dalam pencarian informasi terbaru maupun yang dibutuhkan dengan cepat dan mudah.
3.      Konsultasi dengan pakar, internet dapat dimanfaatkan untuk berkonsultasi dengan pakar yang berada ditempat lain.
4.      E-learning, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah dan tingkat sekolah kejuruan melalui penggunaan internet.
5.      Tutorial Online, salah satu penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di pendidikan tinggi adalah untuk tujuan tutorial lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh.
6.      Perpustakaan Online adalah perpustakaan dalam bentuk digital yang ditempatkan di internet. Pelajar dapat mengakses sumber-sumber ilmu dengan cara mudah tanpa dibatasi jarak dan waktu.
7.      Diskusi Online adalah diskusi yang dilakukan di internet.
8.      Kelas Online dapat digunakan bagi lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh seperti UT dan SMP Terbuka.
9.      Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Metode ini sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami.
10.  Penggunaan perangkat informasi interaktif seperti CD-ROM multimedia secara bertahap akan menggantikan fungsi papan tulis.
G.    Keuntungan dan Kerugian Penggunaan TIK dalam Bidang Pendidikan
Keuntungan penggunaan TIK dalam bidang pendidikan antara lain:
1.      Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah diakses untuk kepentingan pendidikan.
2.      Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
3.      Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
4.      Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.
Kerugian penggunaan TIK dalam bidang pendidikan antara lain:
1.      Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
2.      Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah sistem tanpa celah, tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
3.      Salah satu dampak negatif televisi yaitu melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
Penggunaan TIK dalam pendidikan agar lebih optimal dan dijalankan dengan baik dan benar, ada beberapa pemecahan dari masalah dampak negatif TIK, diantaranya:
1.      Analisis untung ruginya pemakaian TIK dalam pendidikan, khususnya untuk anak dibawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan TIK.
2.      Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya tidak semua buku-buku yang berharga sudah ada model e-book-nya.
3.      Pihak-pihak pengajar memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam penggunaan TIK agar dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.
4.      Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa saja yang dapat diakses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia didunia maya.
III. Analisis
Dalam makalah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Treatment) untuk menganalisisnya dengan hasil sebagai berikut:
1.      Strength (Kekuatan)
TIK merupakan suatu teknologi yang berkembang dengan pesat, sehingga mampu memberikan kemudahan, keefektifan, maupun keefesienan berbagai hal dalam pendidikan. Selain itu, TIK memungkinkan berkembangnya inovasi-inovasi yang memudahkan dalam proses belajar mengajar.
2.      Weakness (Kelemahan)
TIK dalam kemudahannya mencari informasi yang tidak terbatas, dapat menyebabkan orang mengunduh sesuatu yang bukan karyanya untuk dijadikan sebagai buah pikirannya. Solusinya dengan mencantumkan identitas pembuat karya tulis pertama didalam karya tulisnya dan hendaklah seseorang yang menngutip suatu karya sadar tentang etika dalam pengutipan karya orang lain.
3.      Opportunity (Peluang)
Dalam aspek pengembangan TIK, TIK memiliki perkembangan yang pesat dalam mengimbangi kemajuan zaman. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK yang tepat dan benar dapat mengembangkan pendidikan kearah yang lebih maju.
4.      Treatment (Ancaman)
TIK memiliki ancaman yaitu penggunaan atau pencarian informasi yang tidak pada tempatnya. Solusinya yaitu dengan menganalisa dari segi untung dan ruginya sebelum diterapkan pemakaiannya dalam pendidikan.
IV. Kesimpulan
Manfaat adanya Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain:
1.      TIK merupakan gudang ilmu pengetahuan yang mudah diakses, sehingga segala informasi maupun pengetahuan yang dibutuhkan dapat dicari dengan cepat dan efisien.
2.      TIK dapat membantu memudahkan pendidik dalam proses belajar mengajar dan peserta didik dapat lebih nyaman dalam menerima materi pelajaran yang diberikan oleh pendidik.
3.      TIK mempermudah seseorang maupun instansi dalam pertukaran informasi dan kerja sama dalam berbagai bidang, walaupun jarak terpisah oleh jarak yang jauh.
4.      TIK dalam pemanfaatannya lebih menghemat waktu dan biaya.
V.    Referensi
Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 2005-2009. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Lestari, Umi. (2011). Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap Aktivitas Pendidikan. [Online]. Tersedia: http://umilestari67.
wordpress.com/2011/04/03/makalah-dampak-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-terhadap-aktivitas-pendidikan/ [16 Maret 2012]
Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta.
Noni, Nurdin. (tt). Penerapan Teknologi Informasi dan Komukasi dalam Pendidikan. [Online]. Tersedia: http://blog.unm.ac.id/nurdinnoni/files/
2010/04/Modul-1.pdf [16 Maret 2012]
Rosyid, Anwar. (2011). Pembelajaran dengan Media TIK. [Online]. Tersedia: http://anwarrosyid.blogspot.com/2011/07/pembelajaran-dengan-media-tik.html [16 Maret 2012]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar